Buildhouse Blog

Website Berbagi Informasi Bermanfaat

Lifestyle Uncategorized

Catat! Ini Perbedaan Tangga Nada Diatonis Dan Pentatonis

Pada dasarnya sebuah musik yang indah merupakan perpaduan dari beragam tangga nada yang variatif. Umumnya, tangga nada ini dibedakan menjadi dua kelompok yaitu diatonis dan pentatonis. Mari simak penjelasannya di bawah ini untuk mengetahui apa saja perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis.

Perbedaan Tangga Nada Diatonis Dan Pentatonis

Tangga Nada Diatonis

Tangga Nada atau music scale umumnya diurutkan berdasarkan tingkatan interval yang biasa disebut juga dengn oktaf. Biasanya mereka diurutkan dari nada tinggi ke nada yang rendah atau sebaliknya. Tangga nada diatonis ini sendiri merupakan sebuah pola tangga nada yang setiap nadanya memiliki jarak satu dan setengah. Ada tujuh nada pokok dalam tangga nada yang biasa disebut juga dengan laras internasional ini.

Hal ini dikarenakan tangga nada diatonis digunakan di seluruh dunia dalam seperangkat aturan yang tetap dan baku. Diperkirakan sejak abad pertengahan serta pada zaman Renaisans, tangga nada ini telah mulai digunakan. Perlu Anda ketahui tangga nada yang satu ini telah dikelompokkan menjadi diatonis mayor dan diatonis minor. Dari interval nada yang digunakan dapat dilihat perbedaan dari dua jenis tangga nada ini.

Interval 1, 1, 1/2, 1, 1, 1, ½ dimiliki oleh tangga nada diatonis mayor. Sementara interval 1, 1/2, 1, 1, 1/2, 1, 1 digunakan diatonis minor. Sebagian besar lagu anak-anak yang Anda ketahui, digubah dengan menggunakan diatonis mayor. Misalnya seperti lagu “Naik Delman”  atau “Lihat Kebunku” karya Ibu Sud. Lalu, ada lagu AT Mahmud yang berjudul “Balonku” juga menggunakan nada ini.

Di sini dapat dipahami bahwa kesan musik yang diusung kedua jenis diatonis ini juga berbeda. Diatonis mayor yang biasanya diawali dan diakhiri dengan nada do memiliki nuansa musik yang bersemangat dan gembira. Hal ini berbanding terbalik dengan tangga nada diatonis minor. Musik yang menggunakan diatonis minor umumnya terkesan lebih sedih dan syahdu. Misalnya seperti lagu “Gugur Bunga” ciptaan Ismail Marzuki atau lagu “Mengheningkan Cipta” yang karya Truno Prawit.

Tangga Nada Pentatonis

Sejak zaman Yunani Kuno, tangga nada pentatonik diperkirakan telah ada dan digunakan untuk mengatur Kithara Yunani atau kecapi. Bukan cuma itu saja, pada masa-masa awal, dalam musiknya, sejumlah lagu Gregorian bahkan menggunakan tangga nada ini. Sesuai dengan namanya, tangga nada ini hanya terdiri dari lima tangga nada utama saja.

Baik itu alat musik tradisional maupun alat musik modern dapat menggunakan tangga nada ini. Misalnya seperti sasando, gambang kromong, dan gamelan untuk alat musik tradisional. Sedangkan alat musik modern diantaranya adalah flute, piano, gitar dan harmonika. Tangga nada pentatonis dikelompokkan dalam dua kategori yaitu tangga nada pelog dan slendro.

Tangga nada pelog memiliki warna musik yang lebih bersifat khidmat dan menenangkan. Perbedaan jarak interval yang dimiliki tangga nada ini cenderung besar dengan lima nada primer, do, mi, fa, sol, si. Sementara di sisi lain tangga nada slendro membuat musik yang berkesan lebih lincah sekaligus menyenangkan. Tangga nada slendro memiliki perbedaan jarak interval yang kecil dengan hanya lima nada primer, do, re, mi, sol, dan la.

Beberapa lagu populer yang diciptakan dengan memakai tangga nada pentatonis slendro adalah “Suwe Ora Jamu”, “Jali-Jali”, hingga “Kincir-Kincir”. Sedangkan lagu yang menggunakan nada pentatonis pelog diantaranya adalah “Cing Cangkeling”, “Te Kate Dipanah” dan “Lir-Ilir”.  Bila Anda tertarik untuk belajar musik, Anda dapat berbelanja kebutuhan alat musik di Blibli.com.

Toko online ini menawarkan berbagai pilihan alat musik dengan ragam harga yang terjangkau. Terlebih lagi selama bulan ini ada banyak promo menarik loh. Silahkan klik laman berikut https://www.blibli.com/friends/blog/perbedaan-tangga-nada-diatonis-dan-pentatonis-05/ . Pastinya Anda pun dapat mempelajari perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis dengan lebih menyenangkan. Semoga bermanfaat.